GAZA CITY — Badan koordinasi pemerintah Israel untuk wilayah pendudukan, COGAT (Coordinator of Government Activities in the Territories), merilis laporan pada Kamis (9/7/2026) yang mengklaim volume bantuan pangan dan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza selama periode gencatan senjata telah “jauh melampaui” jumlah yang ditetapkan PBB. Klaim ini bertentangan dengan penilaian sejumlah badan kemanusiaan internasional yang masih menyebut situasi di Gaza sebagai krisis.
Menurut laporan COGAT, sekitar 1,78 juta ton pangan masuk ke Gaza sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025 hingga awal Juni 2026 — lebih dari tiga kali lipat kebutuhan yang ditetapkan Program Pangan Dunia (WFP). Laporan itu juga mengklaim harga pangan di Gaza turun 72 persen antara September 2025 dan Mei 2026, serta pasokan air bersih melebihi standar kemanusiaan internasional dengan lebih dari 70.000 meter kubik per hari.
Klaim COGAT dan Tanggapan Israel
Kepala COGAT, Mayor Jenderal Yoram Halevy, menyatakan laporan tersebut diterbitkan sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai upaya Hamas dan pihak lain untuk “mendistorsi gambaran kemanusiaan” di Gaza. “Data ini jelas. Siapa pun yang mengabaikan fakta ini justru memperkuat propaganda Hamas, yang mengeksploitasi ruang kemanusiaan untuk kepentingan militer dan pemerintahannya,” kata Halevy dalam laporan yang dirilis Kamis.
Laporan itu juga mencatat lebih dari 18.000 ton obat-obatan dan perlengkapan medis telah masuk ke Gaza sejak gencatan senjata, dengan kapasitas tempat tidur rumah sakit meningkat lebih dari 55 persen dibanding sebelum truce.
Realitas di Lapangan Masih Jadi Sorotan PBB
Klaim COGAT ini berbeda tajam dengan laporan Badan PBB untuk Bantuan dan Pekerjaan bagi Pengungsi Palestina (UNRWA), yang dalam laporan situasi terbarunya untuk periode 1–7 Juli 2026 masih menggambarkan kondisi kemanusiaan di Gaza sebagai krisis berkelanjutan. Sejumlah badan PBB dan organisasi non-pemerintah pekan lalu juga memperingatkan bahwa perluasan wilayah kendali Israel di Gaza membahayakan keselamatan warga sipil dan upaya bantuan kemanusiaan.
Konvoi bantuan kemanusiaan dari Mesir terus berjalan melalui perlintasan Rafah menuju Karam Abu Salem, dengan Bulan Sabit Merah Mesir mencatat total sekitar 57.000 truk bantuan kemanusiaan telah disalurkan ke Gaza sejak perang dimulai. Konvoi ke-229 berangkat pada Selasa (7/7/2026), membawa bahan pangan, obat-obatan, tenda, dan perlengkapan kebersihan.
Meski demikian, laporan COGAT sendiri turut mengakui adanya kesenjangan signifikan antara jumlah bantuan yang disetujui dan yang benar-benar disalurkan, khususnya untuk kebutuhan air, sanitasi, dan kebersihan (WASH). Menurut data dalam laporan tersebut, dari 22.102 palet perlengkapan WASH yang disetujui untuk badan PBB dan organisasi internasional sejak awal 2026, hanya sekitar 9 persen atau 1.999 palet yang benar-benar berhasil dikoordinasikan dan masuk ke Gaza. (IW)
