Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina melaporkan pada Selasa (9/6) jumlah korban jiwa di sektor pendidikan sejak dimulainya genosida Israel di Gaza telah mencapai 21.701 orang, terdiri dari siswa, guru, dan staf pendidikan di Jalur Gaza maupun Tepi Barat.
Menurut data terbaru, sebanyak 20.647 siswa serta 1.054 guru dan tenaga pendidikan tewas selama periode tersebut. Di Jalur Gaza, korban mencakup lebih dari 19.101 siswa sekolah dan 1.379 mahasiswa, sementara puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka.
Kerusakan infrastruktur pendidikan juga sangat besar. Kementerian menyebut sedikitnya 179 sekolah pemerintah hancur total di Gaza, lebih dari 105 sekolah UNRWA mengalami pemboman dan kerusakan, serta lebih dari 63 gedung universitas hancur akibat serangan.
Di Tepi Barat, sembilan universitas dan perguruan tinggi dilaporkan berulang kali menjadi sasaran penggerebekan dan vandalisme. Selain itu, sejumlah sekolah menghadapi serangan berkelanjutan, termasuk serangan pemukim yang menargetkan para pelajar.
Data kementerian juga menunjukkan ratusan pelajar dan tenaga pendidikan ditangkap. Di Tepi Barat, sedikitnya 421 siswa sekolah tewas, lebih dari 487 mahasiswa, dan 171 tenaga pendidikan telah ditahan. Sementara di Gaza, 802 pekerja sekolah dan 246 staf universitas dilaporkan tewas, menambah panjang daftar dampak genosida terhadap sektor pendidikan Palestina.
