HomeBeritaIsrael Tutup Perlintasan Rafah, Hentikan Pasien dan Pasokan dari Mesir ke Gaza

Israel Tutup Perlintasan Rafah, Hentikan Pasien dan Pasokan dari Mesir ke Gaza

RAFAH — Otoritas Israel menutup perlintasan Rafah di perbatasan Gaza–Mesir pada Selasa (3/11/2026), memulangkan para pelintas dan menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan serta truk komersial dari Mesir ke Jalur Gaza. Sumber militer Israel kepada stasiun Kan TV menyebut penutupan itu dipicu dugaan penyelundupan dan campur tangan aparat keamanan Hamas.

Otoritas Perlintasan dan Perbatasan Gaza mengatakan langkah itu diberlakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Xinhua, otoritas tersebut menyebut alasan Israel sebagai “dalih dan klaim terkait situasi keamanan di area itu”. Hamas belum berkomentar saat laporan Xinhua diterbitkan.

Cakupan penutupan

Menurut Kan TV, penangguhan mencakup bantuan dari komite Mesir, PBB, dan organisasi internasional, serta kiriman komersial berupa bahan bakar, gas, dan makanan. Perlintasan Kerem Shalom disebut tidak terdampak.

Otoritas Perlintasan Gaza menyebut sekitar 40 truk bantuan dan barang komersial masuk dari Mesir setiap hari. Drop Site News, mengutip sumber senior Palestina yang terlibat dalam negosiasi, melaporkan bahwa bahan bakar dan gas masuk ke Gaza sepenuhnya lewat jalur ini.

Harian Haaretz melaporkan bahwa Israel menyebut baku tembak dan penembakan sebagai alasan penutupan. Harian itu juga menyebut 97 pasien beserta pendampingnya dipulangkan.

Pasien menunggu evakuasi

Rafah beroperasi terbatas sejak Februari 2026, setelah sebagian besar tertutup sejak Mei 2024. Pada pekan 23–29 Oktober, perlintasan itu hanya dibuka dua hari dan tutup lima hari, menurut laporan mingguan Otoritas Perlintasan Gaza yang dirangkum Next Century Foundation. Dalam periode itu 387 orang meninggalkan Gaza, 214 di antaranya untuk evakuasi medis.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pada 29 Oktober bahwa 21.468 pasien dan korban luka memerlukan perawatan di luar negeri.

Pasokan di bawah target

Kantor Media Pemerintah Gaza, yang dikelola Hamas, menyatakan pada Senin (2/11) bahwa 77.657 truk masuk Gaza sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025. Jumlah itu 33,4 persen dari 232.800 truk yang dijadwalkan. Pada Oktober, 3.777 truk masuk dari 18.600 yang ditetapkan, atau 20,3 persen.

Kantor yang sama mencatat 14.821 pelintas di Rafah dua arah sejak gencatan senjata, atau 37 persen dari 40.000 yang diharapkan.

Direktur Kamar Dagang Gaza, Maher al-Tabbaa, memperingatkan kelangkaan barang pokok dan kenaikan harga tajam. Menurut dia, jumlah barang yang masuk tidak melebihi 200, dibandingkan lebih dari 10.000 per hari sebelum perang.

Kementerian Kesehatan Gaza dalam pernyataan Selasa melaporkan enam orang tewas dan 27 luka dalam 24 jam terakhir. Sejak gencatan senjata, kementerian mencatat 1.599 tewas dan 5.774 luka. Total korban sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.615 tewas dan 175.899 luka, menurut kementerian yang sama.

Sumber: Xinhua · Haaretz · Drop Site News · SANA (Kemenkes Gaza) · Next Century Foundation · NPR

ARTIKEL TERKAIT

Terkini