HomeBeritaPasukan Yaman yang Didukung Saudi Serang Houthi di Pantai Barat

Pasukan Yaman yang Didukung Saudi Serang Houthi di Pantai Barat

YAMAN — Pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi di wilayah pesisir barat Yaman, ketika pertempuran antara kedua pihak kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi terbaru konflik Yaman yang mempertemukan pasukan pemerintah yang diakui secara internasional dengan kelompok Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah utara, termasuk ibu kota Sanaa.

Menurut laporan Al Jazeera, pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman meningkatkan operasi militer terhadap posisi Houthi di sepanjang kawasan pantai barat. Serangan dilakukan ketika pasukan pemerintah berupaya memperluas tekanan terhadap kelompok tersebut di sejumlah front pertempuran.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di Yaman. Dalam beberapa hari terakhir, pertempuran dilaporkan berlangsung sengit di sejumlah wilayah, termasuk Al-Bayda dan Al-Jawf. Pemerintah Yaman bahkan telah menyatakan tekad untuk merebut kembali Sanaa dari tangan Houthi.

Konflik Kembali Memanas

Konflik antara pemerintah Yaman dan Houthi telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Saudi Arabia mendukung pemerintah Yaman, sementara Houthi diketahui memiliki hubungan erat dengan Iran.

Ketegangan yang meningkat saat ini juga terjadi setelah Houthi melancarkan serangkaian serangan terhadap wilayah dan fasilitas ekonomi di Arab Saudi.

Pada 8 September 2026, Arab Saudi menyatakan sedikitnya 73 warga sipil terluka, termasuk perempuan dan anak-anak, setelah serangan Houthi menyasar sejumlah lokasi di wilayah selatan negara tersebut.

Serangan Houthi dilaporkan menyasar wilayah Abha, Najran, Jizan, serta pangkalan udara di Khamis Mushait. Sejumlah fasilitas energi juga menjadi sasaran serangan rudal dan drone.

Meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik yang sempat relatif mereda setelah gencatan senjata pada 2022 dapat kembali berubah menjadi perang terbuka berskala besar.

Situasi tersebut juga berpotensi berdampak terhadap keamanan jalur pelayaran internasional di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Houthi sebelumnya telah menyatakan blokade terhadap pelayaran Saudi dan melakukan serangkaian serangan terhadap kapal di kawasan tersebut.

Eskalasi di Yaman juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran, Arab Saudi dan Amerika Serikat. Serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran telah memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Harga minyak mentah Brent bahkan mendekati level 100 dolar AS per barel pada 9 September 2026 seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.

Dengan pertempuran yang terus meningkat, Yaman kembali menghadapi risiko ketidakstabilan yang lebih luas. Masyarakat sipil menjadi pihak yang paling rentan terdampak apabila eskalasi militer terus berlanjut. (cky)

Ahmad Tasori
Ahmad Tasori
Aktif sebagai koresponden jurnalis iNews dan bagian dari jaringan MNC Group yang memiliki pengalaman dalam peliputan berbagai isu nasional, keagamaan, dan internasional. Berpengalaman meliput penyelenggaraan ibadah haji di Makkah serta isu Palestina dan Gaza. Pada 2025, pernah melaporkan langsung dari Tunis, Tunisia, mengenai misi Global Freedom Flotilla menuju Gaza.
ARTIKEL TERKAIT

Terkini