HomeBeritaSerangan Drone Israel Tewaskan Putra Direktur Kementerian Kesehatan Gaza di Jabalia

Serangan Drone Israel Tewaskan Putra Direktur Kementerian Kesehatan Gaza di Jabalia

JABALIA — Serangan drone Israel menewaskan Basir al-Bursh, putra sulung Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Bursh, di kawasan az-Zahra, sebelah barat kamp pengungsi Jabalia, Sabtu (19/9/2026) waktu setempat. Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada hari yang sama yang menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Serangan di Jabalia

Menurut laporan Al Jazeera dan Reuters, drone Israel menembak Basir al-Bursh saat ia berada di luar tenda pengungsian di kawasan az-Zahra. Ia mengalami kehilangan darah yang signifikan dan dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit. Seorang warga lain yang berada di lokasi mengalami luka serius akibat serangan yang sama.

Militer Israel menyatakan telah menyerang sejumlah “militan” pada Sabtu, termasuk Basir al-Bursh, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dasar target tersebut. Hamas, kelompok yang mengelola pemerintahan sipil di Gaza, belum memberikan komentar atas insiden ini.

Rekaman video yang diperoleh Al Jazeera dan Reuters memperlihatkan Munir al-Bursh menggendong jenazah putranya yang terbungkus selimut menuju ambulans, didampingi sejumlah pelayat. Dalam pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Gaza, kematian Basir digambarkan sebagai kelanjutan dari tindakan Israel yang berulang terhadap warga sipil.

Ini bukan kehilangan pertama bagi keluarga al-Bursh. Munir al-Bursh sebelumnya kehilangan putrinya yang berusia 13 tahun, Jinan, dalam serangan Israel pada Desember 2023, dan ia sendiri turut terluka dalam serangan tersebut.

Serangan Terpisah di Gaza City

Pada hari yang sama, sebuah drone Israel menghantam kendaraan sipil di kawasan pasar Sheikh Radwan, Gaza City. Serangan itu menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya empat orang lainnya, termasuk dua anak-anak, menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza. Kendaraan tersebut terbakar cukup lama sebelum tim penyelamat berhasil memadamkan api; salah satu jenazah tiba di Rumah Sakit Al-Shifa dalam kondisi hangus dan sulit dikenali.

Selain dua insiden tersebut, media melaporkan satu korban tewas lain akibat luka-luka dari serangan yang terjadi sehari sebelumnya, Jumat (18/9/2026), sehingga total korban tewas dalam rentetan serangan Sabtu mencapai sedikitnya empat orang.

Konteks Gencatan Senjata

Insiden ini menambah daftar pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025 sebagai bagian dari rencana perdamaian yang didukung Amerika Serikat. Menurut catatan Al Jazeera, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.390 warga Palestina di Gaza sejak gencatan senjata diumumkan.

Secara kumulatif sejak 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza tercatat lebih dari 73.900 jiwa dengan sekitar 174.900 orang terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza yang dikutip sejumlah media internasional. Militer Israel belum memberikan tanggapan atas pertanyaan media terkait rangkaian serangan Sabtu tersebut.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini