HomeBeritaSerangan Israel di Gaza, Dua Warga Palestina Termasuk Anak Tewas

Serangan Israel di Gaza, Dua Warga Palestina Termasuk Anak Tewas

GAZA — Dua warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas dan sedikitnya 14 orang lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (23/8/2026) waktu setempat. Serangan terjadi di wilayah Gaza tengah dan selatan meski gencatan senjata masih berlaku.

Dilansir dari Middle East Monitor. Sumber medis menyebut serangan kembali terjadi di sejumlah wilayah Gaza, menambah daftar korban di tengah situasi kemanusiaan yang masih kritis.

Dua korban tewas dan tujuh orang lainnya terluka setelah pasukan Israel menyerang kawasan Az-Zawayda, Gaza tengah. Informasi tersebut disampaikan sumber medis dari Rumah Sakit Martir Al-Aqsa.

Serangan udara itu terjadi tak lama setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di kawasan tersebut. Tim pertahanan sipil kemudian dikerahkan untuk memadamkan kebakaran yang muncul akibat serangan.

Serangan juga terjadi di wilayah Gaza selatan. Sebanyak tujuh warga Palestina terluka setelah serangan udara Israel menyasar kerumunan warga sipil di sekitar Masjid Al-Albani, sebelah barat Khan Younis.

Sumber medis dari Kompleks Medis Nasser mengonfirmasi adanya korban luka dalam serangan tersebut.

Di wilayah pesisir Rafah, kapal perang Israel dilaporkan menembakkan peluru ke arah garis pantai. Sementara itu, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan berat ke arah rumah-rumah warga Palestina di Hamad City, barat laut Khan Younis.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari dua insiden tersebut.

Sementara di Gaza City, kapal perang Israel kembali melepaskan tembakan dan peluru ke arah perahu-perahu nelayan serta kawasan pesisir. Sejumlah saksi mata melaporkan kejadian tersebut, namun tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Serangkaian serangan tersebut berlangsung ketika gencatan senjata di Gaza masih berlaku. Menurut laporan yang dikutip Middle East Monitor, gencatan senjata tersebut mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

Serangan itu juga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar Israel menghentikan serangan terhadap Jalur Gaza.

Situasi tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan gencatan senjata dan perlindungan warga sipil Palestina yang masih menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat berat.

Sejak pecahnya perang pada Oktober 2023, jumlah korban Palestina terus meningkat. Middle East Monitor, mengutip laporan yang menjadi sumber beritanya, menyebut lebih dari 73.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka akibat operasi militer Israel di Gaza.

Serangan terbaru di Az-Zawayda, Khan Younis, Rafah, dan Gaza City menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, ancaman terhadap warga sipil masih terus berlangsung.

Bagi masyarakat Gaza, situasi tersebut memperpanjang ketidakpastian. Warga yang telah kehilangan tempat tinggal dan hidup di tengah keterbatasan kebutuhan dasar masih harus menghadapi risiko serangan di berbagai wilayah.

Laporan ini pertama kali dipublikasikan oleh Middle East Monitor pada 23 Agustus 2026 dengan informasi dari Anadolu dan sumber medis setempat. (cky)

Ahmad Tasori
Ahmad Tasori
Aktif sebagai koresponden jurnalis iNews dan bagian dari jaringan MNC Group yang memiliki pengalaman dalam peliputan berbagai isu nasional, keagamaan, dan internasional. Berpengalaman meliput penyelenggaraan ibadah haji di Makkah serta isu Palestina dan Gaza. Pada 2025, pernah melaporkan langsung dari Tunis, Tunisia, mengenai misi Global Freedom Flotilla menuju Gaza.
ARTIKEL TERKAIT

Terkini