HomeBeritaTiga Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Israel Ancam Perluas...

Tiga Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Israel Ancam Perluas Operasi Terkait Penerbangan Layang-Layang

GAZA CITY — Serangan militer Israel menewaskan sekurangnya tiga warga Palestina di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Kamis (27/8), di tengah ancaman Menteri Pertahanan Israel Israel Katz untuk memperluas operasi militer jika aktivitas penerbangan layang-layang dari Gaza tidak dihentikan. Insiden ini terjadi hampir setahun setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, namun serangan mematikan masih berlangsung hampir setiap hari.

Menurut petugas medis setempat, serangan udara Israel menewaskan satu orang di dekat Kota Qarara di selatan Jalur Gaza, sementara serangan lain menewaskan seorang pria di sebuah rumah di kamp pengungsi Beach, Kota Gaza. Serangan udara terpisah di Kota Gaza kemudian menghantam seorang pengendara motor, yang juga tewas.

Kantor berita Al Jazeera turut melaporkan insiden serupa pada hari yang sama. Satu warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan Israel yang menghantam tenda pengungsi di sebelah barat Kota Gaza pada Kamis. Serangan drone Israel lainnya juga menghantam tenda pengungsi di kawasan al-Mawasi, Khan Younis bagian barat, yang menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya.

Ancaman Pengusiran Terkait Layang-Layang

Serangan-serangan tersebut terjadi setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Kamis kembali mengeluarkan ancaman untuk mengusir warga Palestina dari wilayah mana pun di Gaza tempat layang-layang diterbangkan. Militer Israel menyatakan bahwa serangan udara terbaru di Khan Younis menyasar apa yang mereka sebut sebagai anggota kelompok bersenjata Hamas.

Berdasarkan unggahan resmi militer Israel di media sosial X pada Kamis, seorang komandan Hamas yang disebut terlibat dalam penyanderaan tiga warga Israel diklaim tewas dalam serangan tersebut. Militer Israel menyebut sasaran kedua di Khan Younis adalah Azzam Rifaat Abd Abadala, yang menurut mereka bertugas di Brigade Khan Younis milik Hamas.

Kritik dari Utusan PBB soal Pelanggaran Gencatan Senjata

Ketegangan ini muncul di tengah kritik terbuka dari perwakilan tinggi Board of Peace, badan yang dibentuk untuk mengawasi rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump di Gaza. Nikolay Mladenov menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu bahwa rencana 20 poin Trump belum mengalami kebuntuan dan telah “bergerak dari meja perundingan ke meja teknis,” seraya menegaskan bahwa Hamas telah menyetujui poin utama proposal itu, yakni melucuti senjata dan menyerahkan Gaza ke pemerintahan sipil.

Namun Mladenov juga mengakui bahwa serangan Israel yang berlanjut sejak gencatan senjata Oktober lalu tetap menewaskan warga Palestina, meski dalam jumlah yang jauh lebih sedikit, sehingga warga Gaza belum bisa merasakan bahwa konflik benar-benar berakhir.

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, jumlah korban tewas warga Palestina akibat serangan Israel yang terus berlanjut tercatat mencapai lebih dari seribu jiwa, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza sebagaimana dilaporkan media internasional. Situasi kemanusiaan di Gaza tetap kritis, dengan mayoritas penduduk masih mengungsi dan sebagian besar infrastruktur wilayah itu rusak akibat lebih dari dua tahun konflik.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini