HomeBeritaWarga Gaza Gelar Pemakaman Massal 100 Jenazah, Termasuk 70 Anak, dari Reruntuhan...

Warga Gaza Gelar Pemakaman Massal 100 Jenazah, Termasuk 70 Anak, dari Reruntuhan Zeitoun

GAZA CITY — Warga Palestina di Kota Gaza menggelar pemakaman massal pada Minggu (6/9) untuk 100 jenazah, termasuk sekitar 70 anak, yang ditemukan dari reruntuhan rumah-rumah yang hancur akibat serangan Israel di Lingkungan Zeitoun, timur laut Kota Gaza. Pemakaman ini berlangsung di tengah laporan pelanggaran gencatan senjata yang berlanjut hingga hari ke-332 sejak kesepakatan diberlakukan pada 10 Oktober 2025, menurut laporan International Middle East Media Center (IMEMC) yang terbit Minggu.

Jenazah dan sisa-sisa tubuh korban dievakuasi tim penyelamat dari puing bangunan tempat tinggal yang runtuh akibat serangan Israel sebelumnya. Warga menyalakan lilin dan menaburkan bunga di atas jenazah para korban sebelum dimakamkan.

Serangan Berlanjut di Berbagai Wilayah Gaza

Menurut laporan tersebut, pasukan Israel pada Minggu masih melancarkan tembakan, serangan artileri, serangan udara, dan penghancuran bangunan di sejumlah wilayah Jalur Gaza. Di Kota Gaza, kendaraan militer Israel berulang kali membuka tembakan ke arah wilayah timur, sementara artileri menghantam sekitar persimpangan Sanafur di Lingkungan Tuffah.

Sedikitnya satu serangan udara Israel menyasar bagian timur Kota Gaza, dan pesawat tempur Israel menghancurkan kompleks pertokoan As-Sakhra di Jalan Salahuddin, Lingkungan Tuffah. Artileri juga menghantam Lingkungan Shuja’iyya, sementara drone quadcopter Israel membuka tembakan di dalam permukiman tersebut.

Di Gaza tengah, tank Israel menembaki wilayah Abu al-Ajin di selatan Deir al-Balah, sedangkan di selatan, tank menembaki area utara Rafah. Seorang perempuan Palestina juga meninggal dunia pada Sabtu (5/9) akibat luka-luka dari serangan sebelumnya di Gaza tengah.

Menteri Israel Tegaskan Rencana Pemindahan Penduduk

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, pada Minggu menyatakan akan terus mendorong rencana yang ia sebut sebagai upaya pemindahan penduduk Gaza. Dalam unggahan di platform X, Ben-Gvir menyebut rencana bernama “Disengagement 710” itu ditujukan untuk memfasilitasi apa yang ia klaim sebagai “emigrasi sukarela” seluruh penduduk Gaza.

Pernyataan itu muncul di tengah eskalasi pelanggaran Israel terhadap situs suci Islam di Yerusalem, khususnya kompleks Masjid Al-Aqsa, sepanjang Agustus lalu. Kelanjutan serangan juga terjadi meski Presiden AS Donald Trump pada 31 Juli 2026 mengumumkan kesepakatan baru yang disebutnya sebagai awal fase kedua peta jalan Gaza.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip IMEMC, sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan 1.344 warga Palestina dan melukai 4.481 lainnya, sementara tim penyelamat telah mengevakuasi 826 jenazah dari reruntuhan. Kementerian itu juga mencatat total korban tewas sejak dimulainya perang pada Oktober 2023 mencapai 73.651 jiwa, dengan 174.592 orang terluka. Banyak korban disebut masih terjebak di bawah reruntuhan dan belum terjangkau tim ambulans maupun pertahanan sipil.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini