HomeBeritaHamas Tegas ke Kepala BoP Mladenov: Jangan Perkeruh Situasi Segera Akhiri Perang!

Hamas Tegas ke Kepala BoP Mladenov: Jangan Perkeruh Situasi Segera Akhiri Perang!

Hamas bantah tuduhan atas penolakan melepaskan kendali di Jalur Gaza, menyebut klaim beberapa pihak di Dewan Perdamaian sebagai “kebohongan menyesatkan bertujuan berikan perlindungan bagi Israel untuk melanjutkan agresinya,” lapor Anadolu Agency, Selasa (2/6).

Juru bicara, Hazem Qassem menegaskan kembali kesiapan penuh Hamas untuk mentransfer semua tanggung jawab pemerintahan-termasuk masalah keamanan-kepada Komite Nasional Administrasi Gaza berbasis di Kairo yang telah disepakati oleh kedua pihak sebelumnya.

Ia berpendapat hambatan utama bagi kerja komite tersebut adalah Israel, bersama dengan Nikolay Mladenov, direktur eksekutif Dewan Perdamaian yang menyimpang dari visi Presiden AS Donald Trump untuk perdamaian di Gaza.

Qassem juga menuduh Dewan Perdamaian gagal menekan Israel mengizinkan komite tersebut memasuki Gaza atau menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk beroperasi.

Gedung Putih mengumumkan pada 16 Januari adopsi struktur pemerintahan transisi untuk Gaza, termasuk Dewan Perdamaian, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, dan Pasukan Stabilisasi Internasional.

Pernyataan Qassem muncul di tengah kesulitan dalam melanjutkan fase kedua perjanjian yang mulai berlaku pada 10 Oktober, menuduh Israel meningkatkan pelanggaran di lapangan dan melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Hamas juga menuduh Nikolay Mladenov, kepala Dewan Perdamaian di Gaza yang memicu eskalasi situasi dan mendesaknya untuk menghentikan hasutan terhadap Gaza dan gerakan tersebut, serta mendukung upaya mengakhiri perang tanpa menimbulkan komplikasi lebih lanjut.

Dalam pernyataan yang direkam, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan Hamas terus melakukan kontak intensif dan pertemuan mendalam dengan berbagai pihak terkait dalam upaya untuk mengatasi situasi yang memburuk dan menghentikan “agresi berbahaya” terhadap penduduk Gaza.

Qassem mengatakan Hamas bekerja di semua lini untuk memastikan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, khususnya terkait dengan kewajiban Israel memenuhi fase pertama kesepakatan tersebut. Ia memperingatkan kegagalan untuk memenuhi komitmen akan semakin meningkatkan ketegangan di Gaza.

Ia juga menganggap Mladenov bertanggung jawab atas eskalasi yang terjadi, menuduh memberikan “penjelasan yang bertentangan dengan kenyataan” selama sesi Dewan Keamanan PBB dan menghasut Gaza dan Hamas selama berbagai pertemuan.

Qassem meminta pejabat internasional untuk tetap berpegang pada rencana mengakhiri perang di Gaza, memperingatkan komplikasi tambahan apa pun dapat memberi Israel alasan untuk melanjutkan eskalasi militernya di wilayah tersebut.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler