WASHINGTON — Penasihat senior sekaligus menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, dijadwalkan mengunjungi Israel dan Mesir pekan depan untuk membahas kelanjutan rencana perdamaian Gaza yang mengalami kebuntuan akibat penolakan dari pihak Israel. Kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Kushner ke Israel sejak Januari 2026, menyusul tersendatnya implementasi fase lanjutan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Seorang pejabat Board of Peace, lembaga yang dibentuk Trump untuk mengawasi gencatan senjata Israel-Hamas, mengatakan Kushner akan tiba di Israel pada hari Minggu bersama perwakilan tinggi Board of Peace, Nickolay Mladenov, serta anggota dewan eksekutif sekaligus mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Rombongan tersebut kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Kairo untuk bertemu kelompok teknokrat Palestina yang disiapkan mengambil alih pemerintahan sipil Gaza.
Rencana Perdamaian Tersandung Penolakan Israel
Menurut laporan yang dikutip dari sumber resmi Board of Peace, kunjungan ini bertujuan menunjukkan keseriusan Trump dan dewan tersebut untuk mewujudkan perdamaian, kemakmuran, dan keamanan berkelanjutan di Gaza yang telah dilucuti senjatanya. Kesepakatan yang diumumkan pemerintahan Trump sebelumnya sempat dipandang sebagai terobosan untuk mengakhiri konflik, namun terhenti pada sejumlah aspek implementasi.
Kushner juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta mediator Gaza dari Mesir, Qatar, dan Turki di Kairo. Pemerintah Netanyahu dilaporkan meragukan sejumlah poin dalam rencana AS tersebut, terutama terkait pelucutan senjata Hamas dan kemungkinan penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza. Faktor pemilu Israel yang akan digelar Oktober mendatang turut menambah sensitivitas politik dari isu ini.
Serangan Udara Israel Berlanjut di Gaza
Di lapangan, serangan pesawat nirawak Israel dilaporkan kembali menewaskan warga Palestina pada Kamis (13/8) dan Jumat (14/8) waktu setempat. Sebuah serangan drone di Khan Younis, Gaza selatan, menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya. Serangan drone terpisah di Gaza City bagian barat daya menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai beberapa warga lainnya.
Militer Israel sebelumnya juga menyatakan telah menewaskan seorang pejabat kepolisian di Gaza City serta seorang perwira Hamas dalam serangkaian serangan. Insiden-insiden ini terjadi meski gencatan senjata resmi masih berlaku, menegaskan kerapuhan situasi keamanan di lapangan meski proses politik terus berjalan di tingkat internasional.
Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban tewas warga Palestina mencapai sekitar 72.797 jiwa sejak dimulainya perang, dengan 1,9 juta dari 2,4 juta penduduk Gaza mengalami pengungsian dan sekitar 80 persen bangunan di wilayah tersebut rusak atau hancur.


