ATLANTA — Kiper Palestina, Saleem Al-Ashqar, gugur awal pekan ini di Jalur Gaza akibat tembakan tentara Israel, menurut pernyataan Asosiasi Sepak Bola Palestina (Palestinian Football Association/PFA).
PFA menyatakan Al-Ashqar tewas setelah ditembak oleh pasukan pendudukan Israel.
Asosiasi tersebut menambahkan, Al-Ashqar merupakan salah satu dari ratusan olahragawan Palestina yang terbunuh sejak genosida dimulai pada Oktober 2023. Di antara korban tersebut terdapat lebih dari 1.000 atlet Palestina.
Al-Ashqar diketahui baru menikah lima bulan lalu. Istrinya kini sedang mengandung anak pertama mereka.
Kabar wafatnya Al-Ashqar memicu gelombang duka dari keluarga, rekan setim, serta komunitas olahraga Palestina dan dunia.
“Kami berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya secara tragis kiper Palestina berusia 32 tahun, Salim Al-Ashqar. Ia dibunuh oleh tentara Israel. Kami sangat sedih melihat peristiwa seperti ini terus berlanjut. Kami menyerukan tegaknya keadilan dan perdamaian,” demikian pernyataan klub sepak bola asal Cile, Deportivo Palestino, pada Rabu (2/7).
Standar Ganda FIFA
“Keheningan dan ketidakpedulian yang terus berlanjut dari komunitas sepak bola internasional, memungkinkan praktik ilegal ini terus berlanjut tanpa hukuman.
Saat federasi bersiap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia di Amerika Utara, FIFA kembali mengizinkan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) menjadi anggota, meskipun Israel memiliki sejarah panjang dalam tragedi olahraga Palestina.
Pada tahun 2014, tentara Israel berulang kali menembak dua pemain sepak bola Palestina di kaki saat mereka kembali dari sesi latihan di Tepi Barat, mengakhiri karier mereka.
Pada bulan Maret, komite disiplin FIFA mengatakan Israel telah mencemarkan nama baik sepak bola dan mempraktikkan “sistem segregasi de facto” dengan mengecualikan warga Palestina dari olahraga tersebut dan gagal mengambil tindakan terhadap rasisme anti-Arab yang merajalela di banyak klub.
Namun, hal itu tidak sampai melarang atau menskors asosiasi sepak bola Israel, seperti yang dilakukan terhadap Rusia tak lama setelah invasi ke Ukraina pada tahun 2022.
