Tel Aviv, Lebih dari 200 sineas Israel menandatangani petisi untuk mendukung pembuat film dokumenter NAZA, yang memuat kesaksian personel militer dan intelijen Israel mengenai operasi militer di Jalur Gaza, menurut laporan media Israel pada Senin.
Para penandatangan petisi tersebut antara lain sejumlah sutradara ternama, seperti Ari Folman, Shlomi Elkabetz, Ran Tal, dan Michal Aviad.
“Peran utama seni dan jurnalisme adalah menjadi cermin bagi masyarakat tempat keduanya berada,” demikian isi petisi tersebut, demikian Anadolu Agency, Selasa (15/9).
Dukungan itu muncul di tengah meningkatnya kritik dan ancaman terhadap pembuat film Yuval Abraham dan Rachel Szor setelah dokumenter tersebut meraih Penghargaan Khusus Juri pada Festival Film Internasional Venesia ke-83.
Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar menyebut karya kedua sineas tersebut sebagai tindakan “pengkhianatan” dan mengatakan akan berupaya mencabut kewarganegaraan Israel mereka.
Namun, menteri kebudayaan tidak memiliki kewenangan untuk mencabut kewarganegaraan secara sepihak. Berdasarkan hukum Israel, langkah tersebut memerlukan proses hukum resmi yang melibatkan menteri dalam negeri dan pengadilan.
NAZA, yang diproduksi surat kabar Inggris The Guardian bersama JW Films, dibuat berdasarkan wawancara dengan 24 sumber anonim dari kalangan militer dan intelijen Israel mengenai pengawasan, pemilihan sasaran, dan serangan di Gaza.
Judul film tersebut berasal dari singkatan dalam bahasa Ibrani yang digunakan militer untuk “kerusakan tambahan” (collateral damage), yang merujuk pada perkiraan jumlah warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam suatu serangan.
Para narasumber dalam film itu menggambarkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan pengawasan massal untuk mengidentifikasi sasaran, serta serangan yang tetap disetujui meski diperkirakan akan menimbulkan korban sipil.
Abraham dan Szor mengatakan dokumenter tersebut berfokus pada kebijakan institusional, perintah, dan praktik operasional, bukan pada pelanggaran yang dilakukan secara terpisah oleh individu tentara.
Militer Israel membantah tuduhan dalam film tersebut dan mempertanyakan keandalan kesaksian dari sumber-sumber anonim karena identitas, pangkat, serta bidang tanggung jawab mereka tidak dapat diverifikasi.
Militer juga membantah bahwa kecerdasan buatan menentukan sasaran yang akan diserang. Menurut militer Israel, keputusan mengenai pemilihan dan persetujuan sasaran tetap dibuat oleh personel manusia sesuai dengan arahan militer.
Abraham dan Szor sebelumnya terlibat dalam pembuatan film dokumenter peraih Academy Award No Other Land bersama sineas Palestina Basel Adra dan Hamdan Ballal.


