GAZA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa respons kemanusiaan di Jalur Gaza semakin melemah akibat minimnya pendanaan internasional. Hingga pertengahan tahun 2026, dana yang berhasil dihimpun untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat masih berada di bawah 15 persen dari total kebutuhan yang diajukan.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengatakan kekurangan dana telah memaksa berbagai organisasi kemanusiaan mengurangi bahkan menghentikan sejumlah layanan penting bagi warga Palestina yang terdampak konflik.
Menurut Dujarric, kebutuhan pendanaan dalam seruan bantuan kemanusiaan tahunan untuk Gaza dan Tepi Barat mencapai sekitar 4,1 miliar dolar AS. Namun hingga saat ini, jumlah dana yang diterima masih jauh dari target yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi kemanusiaan secara optimal.
“Kekurangan pendanaan memaksa mitra-mitra kemanusiaan di Gaza untuk mengurangi atau menangguhkan layanan-layanan vital,” ujar Dujarric dalam konferensi pers di Markas Besar PBB.
PBB menilai kondisi tersebut menghambat kemampuan lembaga-lembaga bantuan dalam merencanakan distribusi bantuan, menyiapkan stok logistik, serta merespons kebutuhan warga secara efektif di tengah krisis yang masih berlangsung. Mayoritas dari sekitar 2,1 juta penduduk Gaza saat ini masih mengalami pengungsian dan bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Krisis Air Bersih Mengancam
Selain persoalan pendanaan, PBB juga menyoroti memburuknya akses masyarakat terhadap air bersih. Sejumlah organisasi kemanusiaan mulai menghentikan secara bertahap program distribusi air menggunakan truk tangki akibat keterbatasan dana operasional.
Dujarric mengungkapkan bahwa hingga akhir Mei lalu, sedikitnya empat organisasi kemanusiaan telah mulai mengurangi layanan distribusi air bersih. Akibatnya, lebih dari 330.000 warga yang tinggal di sekitar 250 lokasi pengungsian terancam kehilangan sumber utama air minum mereka.
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan memperburuk situasi kesehatan masyarakat di Gaza yang selama berbulan-bulan menghadapi keterbatasan layanan kesehatan, sanitasi, serta pasokan kebutuhan pokok.
Operasi Kemanusiaan Semakin Tertekan
PBB menegaskan bahwa lemahnya dukungan pendanaan datang pada saat kebutuhan kemanusiaan di Gaza masih sangat tinggi. Berbagai lembaga bantuan menghadapi tantangan besar mulai dari keterbatasan akses, kerusakan infrastruktur, hingga meningkatnya jumlah warga yang membutuhkan bantuan pangan, kesehatan, air bersih, dan tempat tinggal.
Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa berkurangnya dukungan donor global dapat mengancam keberlangsungan berbagai program bantuan di Gaza. Banyak layanan kesehatan, distribusi pangan, penyediaan air bersih, dan perlindungan bagi kelompok rentan bergantung pada pendanaan internasional yang saat ini terus mengalami tekanan.
PBB kembali menyerukan kepada negara-negara donor dan komunitas internasional untuk meningkatkan kontribusi mereka guna mencegah memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza.
Tanpa tambahan pendanaan dalam waktu dekat, lembaga dunia itu memperingatkan bahwa semakin banyak layanan kemanusiaan terancam dihentikan, sehingga jutaan warga Palestina akan menghadapi kondisi yang semakin sulit di tengah situasi kemanusiaan yang telah berlangsung berkepanjangan. (cky)


