GAZA CITY — Satu warga Palestina tewas dan tujuh lainnya terluka akibat rangkaian insiden tembakan tentara Israel di Jalur Gaza pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, di tengah berlanjutnya serangan udara, tembakan artileri, dan penghancuran bangunan oleh militer Israel di berbagai wilayah enklave tersebut.
Sumber di Rumah Sakit Al-Awda mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa korban tewas bernama Mohammed Bashir Abu Armana, yang tertembak oleh pasukan Israel di Jalan 20 di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah.
Di kota Khan Younis bagian selatan, dua orang yang terluka akibat tembakan Israel dilarikan ke Rumah Sakit Nasser setelah dua insiden terpisah di dekat Rumah Sakit Jordania di kamp pengungsi Khan Younis dan bundaran Abu Hamid, menurut sumber medis setempat.
Serangan Terjadi di Beberapa Titik Sekaligus
Saksi mata melaporkan pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara, sementara tembakan artileri dan senjata berat menyasar wilayah tengah Khan Younis. Serangan tersebut juga mengenai rumah-rumah yang sudah dikosongkan di kawasan Jorat al-Lot, selatan kota itu.
Kendaraan militer Israel turut melepaskan tembakan gencar di sebelah timur kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah. Sebelumnya pada Sabtu, tiga warga Palestina terluka dalam serangan Israel yang menyasar sebuah sepeda motor di Deir al-Balah, Gaza tengah.
Militer Israel juga melakukan penghancuran bangunan secara luas di wilayah-wilayah yang berada di bawah kendalinya, yakni di Rafah, Gaza selatan, dan di timur Kota Gaza.
Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Bertambah
Menurut otoritas Palestina, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak diberlakukan Oktober 2025 telah menewaskan 1.260 warga Palestina dan melukai 4.154 lainnya. Israel terus melancarkan operasi militer di Gaza sejak Oktober 2023, meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat berlaku sejak Oktober 2025.
Insiden ini menyusul serangan udara Israel di Beit Lahia pada 12 Agustus 2026 yang menewaskan satu warga sipil, serangan pertama Israel dalam lebih dari sepekan saat itu — menunjukkan pola serangan yang kembali meningkat di tengah kebuntuan implementasi rencana perdamaian Board of Peace.


