GAZA – Gerakan Hamas pada Selasa (1/7) menyatakan harapannya agar dimulainya kedatangan pasukan internasional menjadi awal pelaksanaan tugas mereka, terutama memisahkan warga Palestina dari tentara pendudukan Israel serta menghentikan berbagai pelanggaran yang terus terjadi di Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Hamas, Hazem Qassem, setelah Board of Peace mengumumkan bahwa kendaraan taktis pertama telah tiba di kawasan dukungan logistik yang dikenal dengan nama Endurance.
Menurut situs berbahasa Ibrani I24 News, dilansir dari Middle East monitor, Endurance merupakan zona logistik yang dibangun di wilayah selatan, dekat perlintasan Kerem Abu Salem (Kerem Shalom). Kawasan ini tidak berada di dalam Jalur Gaza, melainkan berfungsi sebagai pusat transit dan dukungan bagi International Stabilisation Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional yang direncanakan akan bertugas di Gaza. Kendaraan, perlengkapan, dan personel diterima di lokasi tersebut sebelum dipindahkan secara bertahap ke wilayah Gaza.
Qassem mengatakan, “Kami berharap pengumuman Board of Peace mengenai dimulainya penempatan pasukan internasional di Jalur Gaza menjadi awal pelaksanaan tugas mereka, yaitu memisahkan rakyat kami di Gaza dari tentara pendudukan Israel dan berupaya menghentikan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel.”
Ia juga mendesak Board of Peace agar segera memulai implementasi nyata dari rencana gencatan senjata di Gaza, termasuk menghadirkan komite nasional untuk mengelola wilayah tersebut, memastikan bantuan kemanusiaan yang sungguh-sungguh dapat masuk, serta mewajibkan Israel menarik seluruh pasukannya dari Gaza.
Selain itu, Qassem menegaskan pentingnya segera memulai proses rekonstruksi Gaza. Menurutnya, pembangunan kembali wilayah yang hancur merupakan hak mendasar seluruh rakyat Palestina di Jalur Gaza, di mana pun mereka berada.
Sebelumnya pada hari yang sama, Peace Council melalui pernyataan yang dipublikasikan di platform X menyampaikan, “Kendaraan taktis telah tiba di Area Dukungan Logistik Endurance.”
Pernyataan tersebut menandai langkah awal dalam persiapan penempatan pasukan multinasional yang direncanakan akan menjalankan misi stabilisasi di Jalur Gaza sesuai mekanisme yang telah disepakati.
