HomeBaitul MaqdisKushner Temui Pemimpin Hamas di Kairo, Bahas Pelucutan Senjata Sebelum Bertemu Netanyahu

Kushner Temui Pemimpin Hamas di Kairo, Bahas Pelucutan Senjata Sebelum Bertemu Netanyahu

CAIRO — Utusan khusus Amerika Serikat, Jared Kushner, menggelar pertemuan langka dengan pemimpin Hamas Khalil al-Hayya di Kairo, Mesir, Minggu (16/8/2026), dalam upaya menyelamatkan peta jalan perdamaian Gaza yang macet. Pertemuan yang difasilitasi Kepala Badan Intelijen Umum Mesir, Hassan Rashad, tersebut membahas komitmen Hamas terhadap rencana 15 poin yang mengatur pelucutan senjata kelompok itu serta penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Pertemuan berlangsung sehari sebelum Kushner dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (17/8/2026), yang sebelumnya menolak rencana tersebut. Menurut sumber regional yang dikutip Associated Press, tujuan pertemuan dengan Hamas adalah memastikan kelompok itu benar-benar berkomitmen sebelum Kushner membawa hasilnya ke meja perundingan dengan Netanyahu.

Syarat Hamas untuk Mulai Lucuti Senjata

Seorang pejabat Hamas mengatakan kelompoknya menyatakan komitmen dan tengah menunggu para mediator memulai periode negosiasi 14 hari untuk menyusun jadwal implementasi. Periode itu membutuhkan persetujuan seluruh pihak atas peta jalan sebelum bisa dimulai.

Menurut diplomat Arab yang dikutip The Times of Israel, Hamas menegaskan hanya akan mulai menyerahkan senjata jika Netanyahu secara terbuka menyatakan komitmennya terhadap rencana Board of Peace. Selain itu, pemimpin Hamas juga menuntut Israel menghentikan serangan di Gaza dan menarik pasukan ke garis demarkasi yang dikenal sebagai “garis kuning” sebelum implementasi dimulai. Garis tersebut tidak pernah didefinisikan secara presisi, dan pasukan Israel saat ini disebut menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza.

Netanyahu sejauh ini bersikeras Israel tidak akan menarik pasukan sampai Hamas benar-benar melucuti senjata sepenuhnya. Namun sumber Board of Peace menyebut secara pribadi Netanyahu menunjukkan sikap yang lebih fleksibel dibanding pernyataan publiknya.

Serangan Israel di Gaza Tetap Berlanjut

Di tengah upaya diplomatik ini, militer Israel dilaporkan terus melancarkan serangan di sejumlah wilayah Gaza. Sebelumnya pada Kamis (13/8/2026), serangan udara Israel menewaskan Kepala Kepolisian Gaza City, Jamal Abu Kamil, serta satu korban lain di Khan Younis. Kantor Berita PBB (UN News) mencatat sedikitnya 57 warga Palestina tewas di Gaza dalam sepekan terakhir, dengan total korban tewas sejak gencatan senjata Oktober 2025 telah melampaui 1.100 jiwa.

Selain pertemuan dengan Hamas, Kushner juga menekan Netanyahu agar memenuhi komitmen kemanusiaan yang telah disepakati dalam gencatan senjata Oktober 2025, termasuk mengizinkan masuknya 600 truk bantuan per hari serta perbaikan infrastruktur penting di Gaza.

Konteks Kemanusiaan

Gencatan senjata di Gaza mulai diberlakukan pada 10 Oktober 2025. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, total korban tewas warga Palestina sejak perang dimulai mencapai sekitar 72.797 jiwa, dengan 1,9 juta dari 2,4 juta penduduk Gaza mengalami pengungsian dan sekitar 80 persen bangunan rusak atau hancur. Board of Peace yang dipimpin mantan Presiden AS Donald Trump dibentuk melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 untuk mengawasi transisi pascaperang di Gaza.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini