HomeHeadlinePernyataan Sikap Aksi Damai "Gaza for Israel" Hidupkan Kembali Isu Palestina

Pernyataan Sikap Aksi Damai “Gaza for Israel” Hidupkan Kembali Isu Palestina

JAKARTA – Aksi Damai Gaza for Israel “Jika Kita Tetap Diam” hadir di Patung Kuda Silang Monas Jakarta pada Ahad (26/7) pagi dengan pesan menaikkan kembali isu Palestina yang mulai meredam serta desakan untuk pemerintah komitmen dalam kemerdekaan Palestina.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh yang aktif menyuarakan isu Palestina. Seperti Habib Aresdi Mahdi dengan pesan Buy Cut nya, Ibu Maryam dari Adara Relief, Sarbini Abdul Murad dari Mer-C dan Ahmad Shabri Lubis beserta tokoh ormas lainnya.

Aksi ini juga diisi orasi dan pesan perjuangan oleh Muhammad Husein, aktivis kemanusiaan Palestina yang  menghabiskan hidupnya 12 tahun di Gaza. Berikut pesan-pesan yang disampaikan tentang kondisi Gaza terkini:

“Pembantaian masih terjadi di Gaza dan Tepi Barat, kami menuntut kepada pemerintah mengenai fungsinya setelah bergabung di BoP yang tampak tidak merubah sedikitpun keadaan di Gaza dan faktanya masih digenosida selama hampir tiga tahun ini.”

“Kenapa kita tidak konsisten? kenapa kita tidak kuat? Padahal perjuangan kita tidak seperti rakyat Gaza, mereka bertahan di tengah luka, darah, dan nyawa mereka. Ini bukti bahwa perjuangan tidak untuk orang-orang yang tidak konsisten dan mudah terdiktrasi dengan hal remeh temeh.”

“Simpan luka kita di sepertiga malam, simpan kesedihan itu agar Rabb Semesta Alam mengampuni kelemahan kita. Berhenti bereaksi emsional, mulailah bergerak strategis. Al-Aqsa masih dijajah, ini bukti kita masih dipecah belah, bukti bahwa egoisme kita masih menjalar dalam nadir perjuangan.”

“Suatu saat saya ditanya oleh seorang ibu-ibu yang ingin berjuang di Gaza. Saya sampaikan, demi Allah, seorang ibu yang berada di pelosok Indonesia yang sedang menyuapi anaknya dan menamkan nilai perjuangan Baitul Maqdis, mereka adalah garis depan perjuangan ini. Begitu juga dengan pengusaha, dan mereka yang dengan profesinya, meniatkan setiap usahanya untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa.”

“Barometer aksi kita dalam aksi ini, bukan seberapa banyak peserta yang hadir, bukan seberapa banyak donasi yang terkumpul, tetapi mengingat kembali Surah Al-Isra ayat 1, bahwa bukti perjuangan kita untuk Baitul Maqdis adalah mengisi lima waktu di masjid dan menghadirkan hati kita untuk masjid.”

“Penyakit hati adalah penghalang perjuangan, membangkitkan kembali kedamaian dunia adalah dengan memperbaiki niat semata karena Allah. Birruh Biddam Nafdiika ya Aqsa bukan sekedar simbol, ia adalah pengorbanan jiwa, darah yang kita korbankan untuk perdamaian yang abadi.” pesan Husein orasinya aksinya.

Aksi ini ditutup dengan pernyataan sikap di atas dari pimpinan aksi dan doa bersama. Tagar “Kadzdzabu Alaikum, mereka telah membohongimu” artinya, Israel beserta sekutunya bilang tidak ada perang, namun kenyataannya di lapangan, genosida masih berlangsung hampir setiap hari.

Katanya gencatan senjata, tapi Gaza masih dibombardir, Masjid Al Aqsa dihina, Zionist semakin terang-terangan menjajah setiap jengkal tanah rakyat Palestina. Kami masyarakat Indonesia yang cinta damai dan anti penjajahan menyampaikan sikap:

  1. Mendesak pemerintah Indonesia memutus segala hubungan ekonomi, militer dan diplomatik dengan Israel,
  2. Mendesak pemerintah Indonesia untuk melindungi segala tokoh yang menyuarakan isu kemanusiaan,
  3. Mengajak masyarakat Indonesia terus menyuarakan isu Palestina di ruang publik dan online,
  4. Mendesak masyarakat untuk boycott segala bentuk kerjasama, dagang dan bisnis dengan Israel,
  5. Mendesak pemerintah berhenti kerjasama dengan pihak yang terlibat dalam genosida Gaza,
  6. Mendesak dunia untuk mengembalikan Masjid Al-Aqsa kepada umat Islam dan Al-Quds sebagai ibukota Palestina.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, menyebabkan 1.140 lebih warga Palestina gugur dan 3.643 lainnya terluka.

Sejak dimulainya genosida Israel di Gaza pada 8 Oktober 2023, sedikitnya 73.350 warga Palestina telah gugur dan 173.751 luka-luka. (ofr)

ARTIKEL TERKAIT

Terkini