KHAN YOUNIS — Tiga warga Palestina dari keluarga yang sama tewas pada Jumat (28/8) pagi setelah drone Israel menyerang sekelompok petani di kawasan al-Qarara, utara Khan Younis, Jalur Gaza selatan. Sumber medis menyebutkan para korban sedang mengerjakan lahan pertanian mereka saat serangan terjadi.
Ketiga korban diidentifikasi sebagai Lafi Fayez Lafi Abdeen (42), Taysir Fayez Lafi Abdeen (28), dan Abdul-Hamid Mohammad Abdeen (42). Menurut sumber di Kompleks Medis Nasser, dua di antara korban merupakan kakak-beradik, sementara satu lainnya adalah sepupu mereka.
Saksi mata menyebutkan drone Israel menembak langsung ke arah para petani saat mereka berada di luar rumah dekat persimpangan al-Matahin di al-Qarara. Jenazah ketiganya dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.
Rangkaian Serangan dalam Sehari
Serangan terhadap keluarga Abdeen bukan satu-satunya insiden pada Jumat. Di lingkungan Sabra, Kota Gaza, sebuah drone menembakkan rudal ke arah kelompok warga sipil dan menewaskan seorang pria bernama Hassan al-Deiri. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit al-Shifa bersama sejumlah korban luka.
Serangan lain menghantam tenda pengungsi di kawasan Mashahra, sebelah timur Kota Gaza, yang menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya. Militer Israel juga melancarkan serangan di Tepi Barat, tepatnya Kota Jenin, yang menewaskan tiga warga Palestina, termasuk seorang pria yang diklaim tentara Israel sebagai anggota Hamas tanpa disertai bukti.
Selain serangan udara, artileri Israel menembaki wilayah selatan Khan Younis dan kapal perang Israel menembak dari lepas pantai kota tersebut. Artileri Israel turut menyasar area timur laut kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah.
Krisis Pangan Memburuk di Tengah Gencatan Senjata
Rentetan serangan ini terjadi meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober 2025. Otoritas Palestina menuduh Israel terus melanggar kesepakatan yang mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza dan pelucutan senjata Hamas.
Di tengah situasi tersebut, kondisi pangan di Gaza kian memburuk. Data terbaru Program Pangan Dunia (WFP) PBB yang dirilis Kamis (27/8) menunjukkan 46 persen warga yang disurvei mengaku pernah tidur dalam keadaan lapar setidaknya sekali dalam 30 hari terakhir. Tujuh persen di antaranya mengalami hal itu lebih dari 10 kali dalam periode yang sama.
Survei yang sama mencatat 21 persen rumah tangga hanya makan satu kali sehari, sementara 38 persen mengurangi jumlah makanan yang mereka konsumsi. Separuh rumah tangga melaporkan kehabisan bahan makanan sepenuhnya setidaknya sekali dalam sebulan terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan terbaru di al-Qarara dan Sabra.


