HomeBeritaTujuh Warga Palestina Terluka Akibat Tembakan Israel di Berbagai Wilayah Gaza

Tujuh Warga Palestina Terluka Akibat Tembakan Israel di Berbagai Wilayah Gaza

GAZA CITY — Tujuh warga Palestina, termasuk seorang perempuan dan seorang anak, terluka akibat tembakan pasukan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Minggu (9/8/2026), menurut sumber medis setempat. Insiden ini kembali menegaskan berlanjutnya pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Enam dari tujuh korban dilarikan ke Rumah Sakit Nasser setelah tentara Israel membuka tembakan di wilayah selatan dan tengah Khan Younis. Satu korban lainnya terluka akibat tembakan di Jalan Al-Nafaq, di bagian timur Kota Gaza.

Tank Israel Tembaki Tenda Pengungsi

Saksi mata melaporkan bahwa tank-tank Israel juga menembaki tenda-tenda tempat warga Palestina yang mengungsi berlindung di kawasan Al-Mawasi, wilayah yang terletak di selatan Khan Younis dan utara Rafah. Al-Mawasi selama ini menjadi salah satu titik konsentrasi pengungsian terbesar di Gaza selatan, tempat ratusan ribu warga tinggal di tenda-tenda darurat setelah rumah mereka hancur akibat serangan sepanjang perang.

Belum ada pernyataan resmi dari militer Israel terkait insiden penembakan ini pada saat berita diturunkan.

Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, pelanggaran yang dilakukan pasukan Israel telah menewaskan 1.257 warga Palestina dan melukai 4.131 lainnya. Angka ini menunjukkan bahwa insiden kekerasan masih terjadi hampir setiap hari meski kesepakatan penghentian permusuhan secara resmi telah disepakati kedua belah pihak.

Secara keseluruhan, sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, mayoritas perempuan dan anak-anak. Kementerian Kesehatan Gaza juga mencatat sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat rangkaian serangan selama hampir dua tahun.

Insiden pelanggaran gencatan senjata seperti ini terjadi di tengah proses implementasi kesepakatan damai tahap kedua yang tengah berjalan, termasuk pembentukan Board of Peace yang dipimpin Donald Trump berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Warga Palestina di berbagai wilayah Gaza, khususnya di Khan Younis dan Rafah, dilaporkan masih hidup dalam kondisi rawan akibat aktivitas militer yang berlangsung meski gencatan senjata secara nominal masih berlaku.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini