HomeBeritaAS Desak Israel Akhiri Operasi Militer di Gaza

AS Desak Israel Akhiri Operasi Militer di Gaza

WASHINGTON, Amerika Serikat (AS) dilaporkan mendesak Israel untuk mulai mengakhiri operasi militernya di Gaza, Iran, dan Lebanon, di tengah perbedaan pandangan antara kedua sekutu tersebut mengenai arah konflik di kawasan.

WASHINGTON, Amerika Serikat (AS) dilaporkan mendesak Israel untuk mulai mengakhiri operasi militernya di Gaza, Iran, dan Lebanon, di tengah perbedaan pandangan antara kedua sekutu tersebut mengenai arah konflik di kawasan.

Mengutip sumber politik yang tidak disebutkan namanya, media Israel Channel 13 melaporkan Kepala Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper menyampaikan, pesan tersebut saat berkunjung ke Israel pada Sabtu (8/8).

Menurut laporan itu, Washington menginginkan kemajuan menuju “penutupan tiga front”, yakni Gaza, Iran, dan Lebanon.

“Israel memberi tahu pejabat AS bahwa mereka ingin tetap mempertahankan kebebasan untuk melakukan operasi terhadap Iran apabila Teheran melanjutkan pengembangan program nuklir atau membangun kembali kemampuan rudal balistiknya,” sebut laporan itu, dikutip dari TRT World, Senin (10/8)

Di Lebanon, AS disebut mendorong penarikan lebih lanjut pasukan Israel dari sejumlah posisi di zona keamanan di wilayah selatan.

Sementara di Gaza, Washington dilaporkan menekan Israel agar menunjukkan kemajuan menuju penghentian konflik, termasuk mendukung pengerahan pasukan multinasional yang saat ini disebut telah melibatkan personel dari Maroko dan Uganda.

Laporan tersebut juga menyebut sejumlah pejabat keamanan Israel menyampaikan keberatan kepada pimpinan politik negaranya atas desakan AS untuk menghentikan pembunuhan terarah (targeted killings) dan mengurangi serangan militer di Gaza.

Seorang perwira militer senior Israel yang dikutip Channel 13 mengatakan pesan Washington kepada aparat keamanan Israel adalah agar “bergerak menuju penutupan tiga front.”

Pendekatan Lebih Hati-hati terhadap Iran
Laporan tersebut muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan Washington untuk sementara mengambil pendekatan yang lebih menahan diri terhadap Iran.

“Kami meredakannya (low keying it),” kata Trump kepada Axios.

Ia menambahkan Amerika Serikat saat ini “hanya melakukan semi-negosiasi” dengan Iran sambil mengamati tekanan terhadap perekonomian negara tersebut.

“Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak punya uang,” ujarnya, seraya mengisyaratkan Washington lebih memilih mengandalkan tekanan ekonomi daripada segera melancarkan ofensif militer baru.

Ketegangan kawasan meningkat sejak 28 Februari ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terkoordinasi terhadap sasaran militer, nuklir, dan infrastruktur energi Iran.

Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target Israel serta Amerika Serikat di kawasan.

Pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dan Qatar untuk mengakhiri permusuhan aktif sekaligus memulai negosiasi menuju kesepakatan damai permanen.

Namun, perundingan tersebut kemudian terhenti akibat perselisihan mengenai keamanan maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini